Kompresor udara sekrup menjadi tulang punggung operasi industri modern, menggerakkan berbagai proses mulai dari lini perakitan manufaktur hingga produksi farmasi. Keandalan dan efisiensi energi mereka menjadikannya pilihan utama bagi perusahaan yang membutuhkan pasokan udara terkompresi secara konsisten. Memahami mekanisme kerjanya tidak hanya membantu dalam pengoperasian yang optimal, tetapi juga membantu dalam memilih jenis yang tepat—dengan injeksi oli atau tanpa oli—untuk aplikasi tertentu. Mari kita uraikan prosesnya dan jelajahi pertimbangan penting bagi pengguna industri. Prinsip kerja kompresor udara sekrup didasarkan pada perpindahan udara positif melalui rotasi rotor yang saling berkaitan. Berikut adalah penjelasan langkah demi langkah secara rinci dari proses tersebut, mulai dari intake udara hingga pengiriman udara bertekanan tinggi:
Langkah 1: Intake Udara
Proses dimulai ketika motor kompresor menggerakkan rotor laki-laki, yang selanjutnya memutar rotor perempuan (baik melalui sambungan langsung atau roda gigi pengatur waktu). Saat rotor mulai berputar, ruang antara tonjolan rotor (dikenal sebagai "kantong") mengembang, menciptakan zona tekanan rendah di saluran masuk udara. Tekanan rendah ini menarik udara atmosfer melalui filter, yang menyaring debu, kotoran, dan kontaminan lainnya untuk melindungi komponen internal kompresor.
Langkah 2: Kompresi
Saat rotor terus berputar, kantong-kantong udara terperangkap di antara lobus rotor dan rumah kompresor. Desain rotor yang saling mengait secara bertahap mengurangi volume kantong-kantong ini saat bergerak menuju lubang pembuangan. Pengurangan volume ini meningkatkan tekanan udara—proses yang dikenal sebagai kompresi perpindahan positif. Pada model yang menggunakan injeksi oli, oli pelumas disuntikkan ke dalam ruang kompresi pada tahap ini untuk mendinginkan udara, menyegel celah antara rotor, serta mengurangi gesekan.
Langkah 3: Pemisahan Udara-Oli (Hanya untuk Model dengan Injeksi Oli)
Untuk kompresor yang disuntikkan oli, campuran udara-oli yang terkompresi dikeluarkan ke dalam tangki pemisah. Di sini, campuran tersebut diperlambat, memungkinkan tetesan oli yang lebih berat mengendap di dasar tangki. Udara kemudian melewati sederetan filter (termasuk filter koalescing) untuk menghilangkan kabut oli yang tersisa, memastikan bahwa udara yang dikeluarkan memenuhi standar kemurnian yang dibutuhkan. Oli yang terpisah didinginkan, disaring, dan didaur ulang kembali ke dalam ruang kompresi untuk digunakan kembali.
Langkah 4: Pendinginan dan Pengeringan
Udara bertekanan menghasilkan panas akibat pengurangan volume (kompresi adiabatik). Untuk mencegah kerusakan pada kompresor dan memastikan operasi yang efisien, udara terkompresi dilewatkan melalui pendingin (berpendingin udara atau berpendingin air) untuk menurunkan suhunya. Mendinginkan udara juga mengurangi kandungan uap airnya, karena udara dingin mampu menampung lebih sedikit uap air. Pada aplikasi yang membutuhkan udara kering, peralatan pengering tambahan (seperti pengering desikant atau pengering refrigerasi) dapat dipasang setelah kompresor.
Langkah 5: Pelepasan dan Penyimpanan
Udara terkompresi yang telah didinginkan, dikeringkan, dan dimurnikan kemudian dikeluarkan dari kompresor dan disimpan dalam tangki penampung udara. Tangki penampung berfungsi sebagai peredam, meratakan fluktuasi tekanan dan memastikan pasokan udara yang stabil ke aplikasi. Tangki ini juga memungkinkan sisa kelembapan mengembun dan mengendap di bagian bawah, yang kemudian dapat dibuang secara berkala.
Berita Terkini2026-02-05
2025-12-27
2025-12-13
2025-11-05
2025-11-01
2025-07-04